JAHE INSTAN OLEH SMK N 1 TEMANGGUNG
Selasa, 09 Mei 2017
CARA MEMBUAT JAHE INSTAN ( SMK N 1 TEMANGGUNG / STM PEMBANGUNAN )
Cara Membuat Jahe Instan Mudah dan Sehat-
Jahe adalah tanaman rimpang yang memiliki batang semu dan beraroma
khas. Bentuknya yang unik dan rasa pedas yang dimilikinya membuatnya
sebagai salah satu minuman penghangat yang di faforitkan. Tanaman rempah
ini sudah digunakan sejak lama sebagai bumbu masakan, obat-obatan dan
minuman sehat. Industri-industri sudah banyak yang membuat produknya
dari bahan baku jahe.
Pada umumnya jahe dikenal dengan tiga jenis yaitu jahe emprit, jahe
gajah dan jahe merah. Kali ini saya akan berbagi dari hasil praktikum
Teknologi Pengolahan Hasil Pertanian (TPHP) kemaren. Awalnya saya
bingung giman caranya ya biar jahe bisa dijadikan bubuk instan.
MInuman sehat merupakan minuman yang dibuat dari peramuan tanaman yang
memiliki dampak posistif pada tubuh, membantu metabolisme dan
menyegarkan ketika di konsumsi. Jahe instan merupakan salah satu minuman
instan yang dapat menjadi piliah di rumah. Okey sesuai dengan judulnya,
sekarang mari kita buat.
Alat dan Bahan Membuat Jahe Instan
Alat yang kita gunakan cukup sederana yaitu pemarut, pisau, wadah,
saringan kain, baskom, kompor, wajan dan pengaduk makanan, sedangakan
bahan yang digunakan jahe 1 kg dan gula 1 kg.
Siapkan bahan-bahan di atas di dapur. Jenis jahe yang digunakan terserah
sobat , bisa jahe emprit jahe gajah dan jahe merah, tetapi kalau saya
yang percobaan kemaren menggunakan jahe emprit dan jahe gajah.
Perbedaan pada hasil kedua jenis jahe di atas adalah pada rendemen dan
rasa pedas yang di hasilkan. jahe emprit memiliki rasa yang lebih pedas
dan rendemennya hampir 50% menurut dsen saya ini sudah bagus kalau
tembus 50% sedangkan jahe gajah aroma, kepedasan dan nilai rendemennya
masih kalah dengan yang emprit.
Cara Membuat Jahe Instan Sendiri
Sebelum membuat jahe sebaiknya tangan anda dilindungi dengan sublock
atau semacam sarung tangan agar tidak panas. Kalau bisa juga gunakan
clemek biar tidak kotor. Okey kita langsung ke pembuatan.
- Bersihkan jahe dari sisa-sisa tanah yang menempel dan kulit jahe yang hitam dan kotor di bersihkan dengan menggunakan pisau hingga cukup bersih, saran saya jangan di kupas kulitnya karena akan mengurangi rendemennya nanti.
- Parut jahe yang sudah dibersihkan di atas dengan pemarut, kalau punya mesin penggiling pemarut silah gunakan itu saja karena lebih cepat dan lebih aman.
- Hasil parutan diperas dan disaring dengan menggunakan saringan kain yang halus agar ampas tidak terikut dalam perasan, kan yang akan di ambil adalah sarinya ingat prosedur ini tanpa penambahan air jadi murni sari jahe saja.
- Tunggu 3-5 menit agar pati dan sari yang sudah di peras terpisah. Pati itu lapisan larutan hasil perasan yang paling bawah berwarna putih kental sedangkan sarinya ada di atasnya pati.
- Tuangkan sari jahe ke atas wajan dan tambahkan juga gula 1 kg kemudian nyalakan kompor. Nyala apai sedang saja jangan besar-besar, aduk-aduk adonan terus menerus hingga mendidih, ketika telah mendidih terus di aduk agar gula tidak mengkaramel atau berwarna coklat agar hasil bubuk jahe instan hasilnya bagus.
- Proses pengadukan terus dilakukan sampai adonan menjadi bubuk, pemasakan ini tujuannya untuk menguapkan air dan sari buah mengikat gula sehingga bubuk yang di hasilkan bersatu dengan jahe instan.
Bubuk jahe instan yang dihasilkan bila bagus akan berwarna seperti susu
(putih aga kecoklatan ) memang proses yang paling lama dibagian
pengkristalan dan pembubukan saat memasaknya di atas kompor. Setelah
jadi silahkan sobat timbang bobotnya untuk menghitung rendemen yang
dihasilkan, caranya dengan membagi berat jahe dan gula sebelum di proses
dan hasil bubuk jahe instan yang di peroleh kemudian di bagi 100.
hasilnya kalau punya saya jahe emprit 49% sedangkan jahe gajah sekitar
48% kalau di kilogramkan akan sekitar 1 kg kurang beberapa gram untuk
emprit.
Sobat coba deh jahe instannya dengan menyeduhnya dengan air hangat,
porsinya sesuai selera, kalau saya biasanya 2 sendk makan untuk gelas
ukuran sedang sudah enak.
Demikian Cara Membuat Jahe Instan Mudah dan Sehat yang bisa saya
share di hari ini, semoga bisa bermanfaat untuk semua pembaca.
terimakasih sudah berkunjung, jangan lupa untuk meninggalkan komentar
ya.
Selasa, 24 Januari 2017
Cara Membuat Tempe
Tempe merupakan makanan yang berasal dari fermentasi dari biji
kedelai atau bahan lain yang menggunakan beberapa jenis kapang rhizopus
dalam bahasa latinnya. Sediaan fermentasi tersebut terkenal dengan
sebutan Ragi Tempe.
Kapang yang tumbuh pada kedelai menghidrolisis senyawa-senyawa kompleks
menjadi senyawa sederhana yang mudah dicerna oleh manusia. Tempe kaya
akan serat pangan, kalsium, vitamin B dan zat besi. Berbagai macam
kandungan dalam tempe mempunyai nilai obat, seperti antibiotika untuk
menyembuhkan infeksi dan antioksidan sebagai pencegah penyakit
degeneratif.
Secara umum, tempe berwarna putih karena pertumbuhan miselia kapang yang
merekatkan biji-biji kedelai sehingga terbentuk tekstur yang memadat.
Degradasi komponen-komponen kedelai pada fermentasi membuat tempe
memiliki rasa dan aroma khas.
Tempe memang asli buatan Indonesia namun sayang sekali karena seluruh
dunia sudah tau apa itu Temppe dan bagaimana membuatnya sehingga Teme
sudah terkenal di seluruh penjuru dunia dan karena hal tersebut
mengakibatkan Hak Paten Tempe bukan dimiliki oleh Indonesia namun
dimiliki oleh Jepang dengan sebutan Neto.
Meskipun demikian, jangan disikapi dengan anarki, lebih baik jadikan
sebuah pelajaran untuk negara kita agar kedepannya kalau Indonesia
memiliki sebuah kebudayaan diberbagai bidang atau aneka bahan pangan dan
resep asli Nusantara segeralah untuk dipatenkan bahwa itu milik kita
sehingga kalau ada pihak lain yang mematenkan juga, maka kita dapat
mensikapinya secara bijak dan pintar.
Masih berbicara masalah Tempe tahukah anda kalau membuat Tempe itu
gampang-gampang susah, karena kalau gagal hasilnya akan Mondol atau
tidak berjamur secara sempurna sehingga wujud kedelai terpisang-pisang.
Kami memiliki resep lengkap bagaimana Cara Membuat Tempe Kedelai yang
enak dan berkualitas.
Sekarang di zonamakan.blogspot.com akan menampilkan resep warisan nenek
moyang yang masih eksis hingga kini dan merupakan resep nusantara yang
telah mendunia yaitu Resep Tempe Kedelai. Disini kami akan menyajikan Cara Membuat Tempe kedelai khas Indonesia untuk anda. Silahkan simak resep lengkapnya berikut ini.
![]() |
| Cara Membuat Tempe |
Bahan Membuat Tempe :
- Kedelai Putih 5 Kg
- Bibit tempe/Ragi Tempe 5gr
- Air bersih
Alat-alat Membuatan Tempe :
- Panci
- Kompor
- Tampah 2 buah
- Ember Plastik
- Plastik Pembungkus
- Kertas dan daun pisang
Cara Membuatan Tempe :
- Siapkan Alat dan Bahan
- Pilih kedelai untuk mendapatkan kedelai terbaik dengan cara dipilah dan membuang yang jelek.
- Bersihkan/cuci kedelai dengan air bersih
- Rebus kedelai yang telah dicuci kedalam air selama 30 menit, angkat dan dinginkan. Biarkan kedelai masih dalam tempat dan air rebusannya.
- Tambahkan 10ml asam laktat/liter air perebus (untuk memperoleh pH=5) selama 12 jam untuk mendapatkan kualitas tempe terbaik.
- Cuci dan buang kulit kedelai dan rebus kembali dengan air bersih selama 90 menit, angkat dan tiriskan
- Setelah ditiriskan dan dingin sempurna, tambahkan ragi tempe dan aduk hati-hati secara merata.
- Bungkus kedelai dengan plastik transparan atau dengan kertas dan daun pisang. Jika menggunakan plastik, tusuk plastik dengan lidi secara merata untuk ventilasi saat fermentasi.
- Simpan selama 23-30 jam sampai peragian berjalan sempurna.
- Tempe siap diolah atau dipasarkan.
Setelah Tempe jadi dengan sempurna, anda dapat mengolahnya menjadi berbagai jenis masakan sesuai dengan selera anda. Demikian Resep dan Cara Membuat Tempe kedelai yang enak dan berkualitas dari kami. jangan sampai terlewatkan untuk mencoba resep kami sebelumnya yaitu Resep Membuat Kue Putri Salju Spesial Renyah. Nantikan resep kami lainnya. Selamat mencoba
SUMBER : ZONA MAKANAN
BAHAN TAMBAHAN MAKANAN ATAU PANGAN ( BTM / BTP)
BAHAN TAMBAHAN MAKANAN ATAU PANGAN
( BTM / BTP)
1. Antioksidan
untuk memperpanjang daya simpan dan meningkatkan stabilisasi makanan yang banyak mengandung lemak dan minyak dan dapat pula digunakan untuk sari buah dalam kaleng sehingga terhindar dari proses ketengikan yang menyebabkan perubahan warna, rusaknya vitamin, bahkan penurunan nilai gizi. Contoh dariantioksidan adalah BHA, BHT, THBP, TBHQ, NDGA, garam EDTA, (tokoferol, propilgallat, lesitin, dan asam askorbat termasuk anti oksidan alami).
2. Anti Kempal
Digunakan untuk tujuan mencegah pengempalan atau penggumpalan makanan terutama yang berbentuk serbuk, tepung, atau butiran (seperti susu bubuk, krim bubuk, garam meja, dan kaldu bubuk). Umumnya bahan makanan seperti itu mempunyai sifat mudah menyerap air (hidroskopis). Bahan anti kempal tidak bersifat toksin dan ikut terserap oleh metabolisme tubuh, namun dosisnya yang dugunakan harus sesuai dengan peraturan. Jenis bahan ini adalah Aluminium silikat, Kalsium silikat, Magnesium karbonat, Magnesium silikatdan Alumino silikat.
3. Pengatur Keasaman (Asidulan),
Umumnya digunakan/berfungsi untuk mengasamkan, menetralkan, dan mempertahankan derajat keasaman bahan makanan yang diolah serta sebagai penegas rasa, warna, dan pengawet. Pada produk olahan buah dan sayuran penambahan zat ini berakibat pada penurunan pH juga mengurangi resiko tumbuhnya mikroba.Produk pangan olahan yang sering memanfaatkan asidulan antara lain sari buah, acar ketimun, jem, jeli, dan ikan kalengan). Asam organik yang sering ditambahkan pada bahan makanan yakni asam asetat, asam laktat, asam sitrat, asam fumarat, asam malat, asam suksinat, dan asam tatrat, sedangkan asam anorganinya adalah asam fosfat.
4. Pemanis Buatan
Merupakan bahan tambahan makanan yang berfungsi untuk memberi rasa manis dan membantu mempertajam terhadap rasa manis tersebut, biasanya memiliki nilai kalori yang lebih rendah dari gula biasa dan hampir tidak mempunyai nilai gizi. Pada umumnya pemanis ini dicampurkan pada berbagai produk olahan seperti kue, minuman ringan, sari buah, dan sirop. Pemanis ideal harus memiliki karakteristik sebagai berikut : tingkat kemanisan minimal sama dengan sukrosa; tidak berwarna; larut dalam air; komposisinya stabil, tidak beracun dan tidak membahayakan kesehatan pemakai; memiliki sifat-sifat dan fungsi lain untuk makanan dan minuman misalnya sebagai penghalus tekstur kue serta; secara ekonomi layak. Didalam industri pangan, dipakai dua jenis bahanpemanis yaitu sebagai berikut : Bahan pemanis Nutritif merupakan gula atau senyawa organik karbohidrat yang mengandung nutrisi menghasilkan sejumlah kalori. Pemanis nutritif ini terdiri dari pemanis nutritif alami yang berasal dari tanaman dan hewan seperti gula tebu, gula bit, fruktosa (gula buah), glukosa, sorbitol, maltosa dan laktosa (gula susu); serta pemanis nutritif sintesa yang berasal dari senyawa sintesis misalnya aspartam, dimana aspartam ini memiliki tingkat kemanisan 200 kali kemanisan sukrosa (gula pasir). Pemanis jenis ini terdiri dari asam-asam amino dan amat sensitive terhadap pemanasan tinggi (menyebabkan hilangnya rasa manis yang terkandung dalam senyawa Aspartam) banyak digunakan untuk pemanis produk minuman ringan (soft drink), khususnya untuk program diet dan aman untuk penderita diabetes. Bahan pemanis non-nutritif adalah pemanis yang hanya sedikit mengandung kalori atau tidak sama sekali. Pemanis ini ada yang berasal dari tanaman, protein dan dari sintesis beberapa reaksi kimia seperti Siklamat dan sakarin. Sakarin memiliki tingkat kemanisan 200-700 kali tingkat kemanisan gula pasir dan memiliki ‘Aftertaste’ dimana tertinggal rasa pahit setelah rasa manis berlalu, sedangkan tingkat kemanisan siklamat hanya sekitar 30-80 kali gula pasir dan tidak memiliki ‘After taste’.
5. Pemutih dan Pematang Tepung
Berfungsi untuk mempercepat prosespemutihan dan pematangan tepung dengan demikian diharapkan mutu pangan dapat diperbaiki. Bahan ini banyak digunakan pada tepung, seperti tepung terigu karena produk tepung terigu yang masih baru biasanya berwarna kekuningan dan kadang kurang elastis sehingga apabila dijadikan adonan roti tidak mengembang dengan baik, untuk itu diperlukan zat pemutih dan pematang tepung seperti benzoil peroksida atau kalium bromat. Tetapi dapat digunakan pula zat yang memiliki fungsi ganda (sebagai pemutih sekaligus pengembang) seperti nitrosil klorida dannitrogen oksida.
6. Pengemulsi, Pemantap, Pengental;
Pengemulsi ini berfungsi sebagai pencegah terpisahnya antara dua cairan yang berbeda (seperti minyak dan air atau cuka dengan bumbu salada). Daya kerjanya terutama dipengaruhi oleh bentuk molekulnya yang mampu terikat oleh dua jenis cairan serta dapat membantu terbentuknya atau memantapkan sistem dispensi yang homogen pada makanan. Bahan yang berfungsi sebagai pengemulsi antara lain kuning telur, putih telur (albumin), gelatin, lesitin, pektin, kasein, tepung paprika (mustard) dan pasta kanji. Diantara produk olahan pangan yang memanfaatkan pengemulsian adalah mayonnaise, frenc dressing (salah satu salad dressing), krim keju, susu, mentega, margarin, dan shortening. Beberapa penyetabil/pemantap ada pula yang berfungsi emulsifers diantaranya gum arab bisanya dimanfaatkan sebagai emulsi cita rasa minuman ringan dan gum tragakan amat cocok digunakan untuk menghasilkan emulsi cita rasa bacery. Untuk proses pengentalan bahan pangan cair dapat digunakan hidrokoloid, gumi dan bahan polimer sintetis. Bahan Pengental ini seperti karagenan, agar, pectin, gum arab, CMC.
7. Pengawet
Merupakan bahan yang ditambahkan ke dalam makanan guna mencegah ataumenghambat tumbuhnya jamur, bakteri,atau jasad renik. Dengan begitu proses fermentasi (pembusukan), pengasaman atau penguraian akibat aktivitas jasad renik dapat dicegah sehingga daya simpannya relatif lebih panjang. Beberapa bahan pengawet diantaranya
a). senyawa organik seperti asam sorbat,asam propionat, asam asetat, dan epoksida dan senyawa anorganik sepertigaram nitrat dan nitrit;
b). Zat oksidatif yang dapat menimbulkan reaksi oksidasiseperti peroksida dan ozon;
c) Antibiotikmerupakan zat yang dihasilkan dari suatu mikroba, terutama jamur yang berfungsi sebagai pembasmi mikroba tetapi sejak tahun 1966 dilarang digunakan karena dapat menimbulkan kekebalan dengan efek lain berupa reaksi alergi dan keracunan pada pengguna;
d). Fungisidal dipakai untuk membasmi pertumbuhan jamur pada produk makanan seperti pimaricin;
e). Ikatan halogen yang terdapat pada klorin yang berfungsi untuk membunuh dan mencegah pertumbuhan bakteri, alga, dan protozoa, zat ini digunakan sebagai pembersih, pelindung dan sanitasi peralatan dalam industri makanan tidak langsung dipakai pada makanan karena umumnya bersifat racun
f). Ikatan amonium bersifat basa dan cara kerjanya sama dengan ikatan halogen. Berbagai jenis pengawet ini telah banyak dikenal oleh masyarakat, dimana aktivitas bahan pengawet tidak sama, ada yang efektif untuk mencegah pertumbuhan bakteri, khamir, ataupun kapang, maka dalam pemakaiannya harus selektif sehingga tidak menimbulkan efek samping bagi pengguna makanan.
8. Pengeras (Firming Agent),
Merupakan bahan tambahan makanan yang berfungsi untuk memperkeras atau mencegah melunaknya bahan makanan hasil olahan. Pengeras ini disebut juga bahan perenyah. BTM ini ditambahkan pada pengolahan bahan makanan yang berasal dari tumbuhan karena sering menghasilkan tekstur yang berubah menjadi lunak akibat proses pengolahanatau pemanasan. BTM yang berfungsi sebagai pengeras antara lain aluminium sulfat, kalsium glukonat, kalsium karbonat, kalsium laktat, kalsium sitrat dan kalium sulfat.
9. Pewarna,
BTM yang digunakan untuk mempertajam atau menyeragamkan warna yang memudar akibat pengolahan (menjadi pucat, atau mengalami pencoklatan), sehingga dapat meningkatkan daya tarik dari produk makanan tersebut.Pewarna makanan ini secara rinci terbagi 3 golongan yaitu :a). Pewarna alami merupakan warna yang diperoleh dari bahan bahan alami, baik nabati, hewani maupun mineral seperti daun suji (warna hijau), kunyit (warna kuning) daun Jati (warna merah) dan gula merah (warna coklat);b). Pewarna identik alami merupakan pigmen yang dibuat secara sintetis dimana struktur kimianya identik dengan pewarna alami seperti karotenoid murni (santoxantin/merah, apokaroten/merah-oranye, beta-karoten/oranye sampai kuning, pewarna ini hanya boleh digunakan dalam konsentrasi tertentu kecuali beta karotin;c). Pewarna sintetis biasa digunakan untuk produk pangan berskala besar yang tebagi dua yaitu Pewarna sintetis FD & C Dyes digunakan untuk minumanringan, minuman berkarbonat, kue, produk susu, pembungkus sosis dan FD& C Lakes seperti biru berlian, coklat HT, hijau CFC digunakan untuk makanan yang banyak mengandung lemak atau produk-produk berkadar air rendah misalnya tablet, adonan cake, donat, kembang gula dan permen karet.
10. Penyedap Rasa, Aroma, Penguat Rasa
Merupakan BTM yang dapat memberikan, menambah atau mempertegas rasa dan aroma. Penggunaan penegas rasa atau sering disebut penyedap rasa yang berfungsi untuk menambah rasa nikmat pada masakan yang diolah juga sebagai penekan rasa yang tidak diinginkan pada suatu bahan makanan. Zat penyedap ini dapat berasal dari senyawaalami seperti bawang bombay, bawang putih, ekstrak tanaman atau sari buah, minyak esensial dan oleorisin. Sedangkan senyawa sintetis berasal darihasil sintetis zat-zat kimia seperti Vetsin/MSG (mono sodium glotamat). Adapun contoh bahan untuk pemberi aroma tergolong pemberi aroma alami adalah jeruk, berbagai macam rempah, minyak asiri dan oleoresin dari tumbuh-tumbuhan dan rempah-rempah, sedangkan tergolong tiruan atau identikalami yang dibuat secara sisntetis dan bahannya merupakan campuran bahan kimia adalah amil asetat (aroma pisang), amil kaproat (aroma apel), etil butirat (aroma nanas), vanilin (aroma vanili) danmetil anthranilat (aroma buah anggur).
11.Sekuestran
merupakan bahan tambahan makanan yang berfungsi mengikat logam yang terdapat dalam bahan makanan olahan sehingga kehadirannyaamat membantu terjaganya kestabilan warna, cita rasa, dan tekstur makanan. Contohnya adalah Asam Fosfat, Asam Sitrat, Dikalium fosfat, Kalium Sitrat. BTM ini digunakan dalam pengolahan makan seperti kepiting kalengan, minyak kacang, minyak kelapa, kentang goreng beku lemak, kaldu, es krim, daging awetan, dll.Secara garis besarnya penggunaan bahan tambahan makanan yang dibenarkan/diperbolehkan untuk tujuan sebagai berikut :
1.Mempertahankan nilai gizi makanan.
2.Untuk konsumsi segolongan orang tertentu yang memerlukan diet.
3.Untuk mempertahankan mutu atau kestabilan makanan atau untuk memperbaiki sifat-sifat organoleptiknya sehingga tidak menyimpang dari sifat alaminya.
4 .Untuk keperluan pembuatan, pengolahan, penyediaan, perlakuan,pewadahan, pengemasan, pemindahan atau pengangkutan.
Sedangkan penggunaan BTM tidak boleh dipergunakan untuk tujuan sebagai berikut :
1.Untuk menyembunyikan cara pembuatan atau pengolahan yang tidak baik.
2.Untuk mengelabui konsumen, misalnya memberi kesan baik kepada suatu makanan yang dibuat dari bahan yang kurang baik mutunya.
3.Jika mengakibatkan penurunan nilai gizi pada makanan.Secara umum BTM dapat berfungsi tunggal atau ganda yaitu selain untuk mempertahankan gizi dan membantu proses pengolahan, juga mampu meningkatkan nilai organoleptik seperti rasa, tekstur, emulsifer, penyedap dan anti oksidan.
SUMBER : CAKRAWALA PANGAN
Rabu, 18 Januari 2017
Video San Andreas (2015) Indo Format 3GP dan MP4 subtitle indonesia
San Andreas ( 2015 )
Director: Brad Peyton
Writers: Carlton
Cuse, Carey Hayes, Chad Hayes
Stars: Dwayne “The Rock” Johnson, Art Parkinson, Carla Gugino,
Alexandra Daddario, Will Yun Lee, Ioan Gruffudd
Title
| : | San Andreas (2015) Indo | |
| Screen | : | 176 x 144 |
| Artist | : | Indonime |
| Duration | : | 01:47:18 |
| Video Summary | : | Video: h263 (s263 / 0x33363273), yuv420p, 176x144 [SAR 12:11 DAR 4:3], q=2-31, 100 kb/s |
| Bit Rate | : | 100131 |
| Added | : | 2015-08-26 10:51:21 |
| Today | : | 0 |
Film action
adventure barat berjudul “San Andreas” ini merupakan film yang seorang pria
yang berprofesi sebagai pilot helicopter bernama Ray ( Dwayne “The Rock”
Johnson ) di departeman penyelamatan serta memiliki seorang putri bernama Blake
( Alexandra Daddario ) yang telah dewasa menetap dan tinggal bersama mantan
istrinya bernama Emma ( Carla Cugino ).
Langganan:
Komentar (Atom)
